Memang tampilan mobil Nissan Grand Livina ini lebih terlihat “womanizer”, ya tampil lebih lembut dan cantik. Fungsinya memang MPV namun desainnya lebih terlihat “girly”. Ini adalah kesan beberapa orang yang melihat sosok mobil Grand Livina ini.
Bila dibandingkan dengan pesaingnya di kelas MPV memang postur Livina lebih rendah. Baik bila dibandingkan dengan Innova, Avanza maupun beberapa MPV yang rilis sesudahnya. Namun meskipun posisinya terlihat rendah, tapi letak mesin lebih tinggi dari yang dibayangkan.
Ini menandakan memang kesan klasik fungsional sedang dituju oleh mobil Livina ini. Di era 60-an memang terkenal saat itu mobil dengan rendah posturnya, semakin rendah akan semakin keren, bahkan dengan posisi bemper yang hampir menyisir jalanan akan semakin keren abis. Mungkin visi inilah yang diadobsi oleh desainer Nissan Livina.
Mobil Nissan Livina memang secara fitur lebih kayak Avanza, namun beberapa varian yang rilis terakhir lebih mengarah ke Innova. Itupun tidak sepenuhnya, memang ada segmen tengah-tengah antara Avanza dan Innova yang dibidik oleh Livina ini. Terutama kelas 1800 CC sangat mewah sehingga fiturnya hampir menyamai Innova, meskipun secara kelas masih kalah dengan Innova.
Memang secara frontal spesifikasi Nissan Grand Livina bukan untuk menyaingi Avanza maupun Innova. Meskipun sebenarnya lebih untuk mengalahkan Avanza dan meraup peminat Innova yang keberatan di harga. Segmen yang dituju memang low MPV namun dengan fitur campuran antara low MPV dan medium MPV.
Ini membuat wajar bila pangsa pasar Livina tumbuh kencang, desainnya yang menarik dengan performa yang handal membuat Livina menarik banyak peminat low maupun medium MPV. Mesin yang disediakan oleh Livina memang dinamis, 1500 CC dan 1800 CC. Memang harganya akan sangat kompetitif saat memilih mesin 1800 CC, terasa lebih berat.
Namun sebenarnya bila tidak terlalu memusingkan performa dan berat di harga, memang 1500 CC sudah cukup. Itupun bisa dengan variasi matic dan manual yang bisa dipertimbangkan lebih murah sekali bila harus memilih mobil maticnya. Memang yang 1500 CC akan lebih irit dengan performa yang sangat handal juga.
Sistem suspensi Livina memang hampir sama dengan punyanya Avanza, dengan Mc Pherson di roda depan dan Torsion beam di roda belakang. Memang lebih mendekati ke fitur low MPV. Namun teknologi yang ditambahkan lebih mengarah ke medium MPV, maka wajar harganya lebih mahal dari Avanza, namun lebih murh dari Innova.
Demikian pula dengan system pengereman pada mobil Livina, hampir sama dengan mobil MPV lainnya. Rem cakram berventilasi di roda depan dan tromol di roda belakang. Teknologi yang dijejalkan juga anti rem terkunci dengan fitur keselamatan yang memang diandalkan oleh Livina.